Jumat, 13 September 2013

Setting Kabel LAN Tipe Straight dan Crossover

Assalam....
Sebetulnya materi ini udah dibahas sebelumnya sama saya, tapi... kebetulan pas setting entri, materi setting kabel LAN ini kehapus.
Oke, langsung aja ke materinya ya?

* SETTING KABEL LAN TIPE STRAIGHT AND CROSSOVER *

Perkembangan Internet pada masa kini sudah sangat pesat, sehubungan dengan semakin dibutuhkannya internet dalam segala bidang kehidupan. Setiap orang, sekolah dan perkantoran sudah menggunakan internet untuk menunjang dan mempermudah dalam pekerjaan merekaBut, saat ini saya tidak akan membahas tentang internet tersebut, namun yang akan saya bahas kali ini adalah bagaimana men-setting Kabel LAN untuk menghubungkan beberapa komputer agar terkoneksi satu sama lain. Dan tentunya ini akan mempermudah untuk penggunakan router atau hub, sehingga kita cukup hanya punya 1 koneksi internet saja, namun bisa dipergunakan bersama-sama.

Pemasangan kabel LAN mempunyai beberapa tipe. Namun, umumnya kita hanya memakai 2 tipe untuk men-setting koneksi antar komputer dengan kabel LAN ini, yaitu tipe Straight dan Crossover.
Nah.... jika rekan-rekan mau tau bagaimana cara men-setting Kabel LAN dengan kedua cara tersebut, ikuti saja langkah-langkah berikut. Oke?


1. Persiapan Alat

a. Kabel LAN UTP



Warna-warna dalam Kabel UTP ini adalah :
  1. Biru
  2. Biru Putih
  3. Hijau
  4. Hijau Putih
  5. Oranye
  6. Oranye Putih
  7. Coklat
  8. Coklat Putih


b. Jack RJ45 Connector

c. Crimping (Tang Penjepit)


2. Cara Pemasangan Kabel LAN Tipe Straight

Ujung kabel pertama                 Ujung kabel kedua

Warna kabel untuk LAN straight sama antara ujung satu dan ujung lainnya.

3. Cara Pemasangan Kabel LAN Tipe Crossover

Ujung kabel pertama              Ujung kabel kedua
Untuk mempermudah sobat jika sudah terlanjur pasang ujung pertama dengan warna berbeda, lakukan hal berikut pada ujung kedua, berikut perubahan nya. Pin 1 ditukar dengan Pin 3 (jadi Pin 1 dimasukkan ke Pin 3 dan Pin 3 dimasukkan ke Pin 1) dan yang selanjutnya tukarkan pin yang 2 dengan pin 6 (kabel yang seharusnya dimasukkan ke pin 2, masukkan ke pin 6 demikian sebaliknya).

Kesimpulannya:

PIN
Unjung 1
Ujung 2
1
1.putih orange
3.putih hijau
2
2.orange
6.hijau
3
3.putih hijau
1.putih orange
4
4.biru
4.biru
5
5.putih biru
5.putih biru
6
6.hijau
2.orange
7
7.putih cokelat
7.putih cokelat
8
8.cokelat
8.cokelat


4. Perbedaan Kabel UTP Tipe Straight dengan Tipe Cross
Untuk menghubungkan dua buah komputer atau menghubungkan dua buah HUB/Switch dengan kabel UTP, dapat menggunakan kabel crossover. Jika mau menghubungkan komputer ke HUB/Switch, gunakan kabel straight.
Dalam pengkabelan straight dan cross, kita bisa lihat standar yang sudah ditetapkan untuk masalah pengkabelan ini, EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B.

EIA/TIA 568A --- EIA/TIA 568B


Kabel Straight
Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.
Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.


Penggunaan kabel straight :
  1. Menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.
  2. Menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.
  3. Menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
  4. Menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.
  5. Menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa

Kabel Crossover
Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya.


Pada gambar, pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung B, begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B yang terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel digunakan untuk menerima data, karena pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6.
Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel crossover (padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel Straight). Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya.

Penggunaan kabel crossover :
  1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. Menghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch.
  3. Menghubungkan komputer ke port uplink Switch
  4. Menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch
Oke, itu aja sob yang bisa saya bagikan di postingan kali ini, semoga dapat membantu.


Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar